foto : Dokumentasi
KUTAIKARTANEGARA, SUARASOLO.id – Di tengah kehidupan industri kota yang terus bergerak dan aliran sungai yang menjadi saksi perubahan, bermusik masih kerap dianggap sebagai sesuatu yang sia-sia di Sanga Sanga. ”Jangan Katakan Sanga Sanga Tidak Mencintaimu” lahir dari kegelisahan kolektif. Mereka melawan stigma negatif yang melekat, dengan cara yang paling mereka pahami: musik.
Berbasis di Kota Juang Sanga Sanga, Gimme New Rhime (GNR) adalah band indie rock yang terbentuk pada tahun 2013, beranggotakan Cikal Bachtiar (vokal/gitar), Abdiannur (gitar), Muhamad Al-Hafid (bass), dan Muhammad Romi (drummer).

Rilis pada tanggal 22 April 2026, single ini merekam perjalanan kolektif Gimme New Rhime bersama Sumber Rejeki Kolektif—ruang yang mereka bangun sejak 2017 sebagai tempat tumbuh. Gimme New Rhime memilih jalur berbeda—tetap bekerja, tetap hidup seperti kebanyakan orang, namun dalam keterbatasan waktu mereka tetap menjaga ruang untuk bermusik.
”Jangan Katakan Sanga Sanga Tidak Mencintaimu” lahir dari kelelahan menanggapi stigma mulai dari anggapan bahwa apa yang mereka lakukan adalah hal yang sia-sia, sebutan “makhluk bodoh”, hingga cap tidak dewasa. Gimme New Rhime menangkis pandangan tersebut dengan menunjukkan bahwa mereka juga bisa membangun daerah yang terus tumbuh melalui lagu sebagai bentuk eksistensi.

Kota kecil itu bernama Sanga Sanga dan kami selalu bangga kalau menyebutkannya. Lagu ini menjadi refleksi sekaligus bentuk semangat dalam perlawanan bersama. Besar kecilnya bukan merupakan halangan dalam berkontribusi dengan hal yang tidak biasa, ucap Cikal sang vokalis.
Dengan alunan musik yang keras dan lirik yang tajam, Gimme New Rhime memvisualisasikan kemarahan yang selama ini mereka rasakan, menjadikannya bahan bakar untuk tetap eksis.
PROBS/*

